Ritual rutin ayah: pagi sepi, ia sedang duduk dengan segelas kopi hitamnya yang telah dibuatkan ibu. Juga beberapa sigaretnya yang sejak semalam telah habis sekitar 10 batang. Entah apa yang selalu dipikirnya, saat pagi buta beliau sangat menikmati hembusan asap sigaretnya yang mengepul. Seolah hendak menyapa pagi. Begitulah kiranya…
Dan ketika fajar mulai menanjak, beliau kemudian ke pekarangan rumah. Disitu begitu banyak bunga-bunga yang beraneka warna. Juga beberapa tanaman obat yang selalu diminumnya. Maklum beliau bukanlah orang yang suka dengan resep dokter. Seingatku, beliau belum pernah merasakan rawat inap di rumah sakit. Di pekarangan itu, beliau asik menyapa bunga-bunga lewat air yang diberikannya. Maklum, beliau adalah tipe lelaki yang romantis meskipun sedikit egois. Dan ibu adalah tipe perempuan yang tidak begitu menyukai bunga. Sungguh perbedaan yang begitu nyata, namun membawa kebahagiaan dengan beberapa riak gelombang rumah tangga. Saya percaya, mereka begitu banyak perbedaan. Hingga saatnya, beliau kemudian menuju dapur di belakang rumah. Beliau kemudian mengambil beberapa “diskon”.Saya menyebutnya diskon, yaitu semacam pakaian dinas untuk seorang pekerja yang setiap harinya berada di kebun. Maklum, saya bukanlah anak seorang pegawai negeri ataupun swasta yang setiap paginya mengenakan pakaian dinasnya untuk pergi bekerja.
Seingatku, seperti biasanya bunyi-bunyi beberapa parang yang sedang ditajamkan itulah yang setiap paginya menampar tidurku. Ternyata pagi telah tiba, dan seperti biasa aktivitas akan dimulai. Dengan beberapa lauk seadanya hasil masakan ibu, akhirnya cukup buat digunakan sebagai energi untuk bekerja hingga siang. Saat matahari tepat berada diatas kepala, saatnya untuk pulang ke rumah. Di rumah, telah ada beberapa masakan yang disiapkan oleh ibu seolah menyambut sang pangerannya tiba. Seingatku beliau selalu tersenyum, saat menatap hasil masakan ibu yang sangat dicintainya. Kami tak lupa membersihkan badan dan kemudian menuju dapur kesayangan tempat segala keceriaan yang begitu polos. Dapur seolah menjadi tempat kumpul keluarga yang begitu damai. Disitu, bisa melihat tawa nenek yang telah ompong. Apalagi saat nenek makan adalah saat-saat yang paling ditunggu oleh saya dan kedua adik perempuanku. Seperti itulah kiranya…
Saat siang mulai beringas, sholat adalah penetralisirnya. Beliau kemudian asik lagi duduk di kursi kesayangannya dengan ditemani kepulan asap sigaretnya. Tak lupa juga segelas kopi hitam di gelas jumbo kesayangannya. Entah telah berapa kali, ibu sering mengingatkan hingga bahkan bertengkar hanya karena masalah rokok dan kopi. Alasan ibu adalah seperti pada umumnya naluriah seorang perempuan yang disamping sangat menyayangi orang dicintainya juga untuk menghemat pengeluaran sebagai bendahara termasyhur dalam keluarga. Saya bisa menebaknya…
Saat siang telah meninggi, beliau kemudian merebahkan badannya seolah ingin beristirahat dari aktivitasnya sejak pagi. Saat itu, saya juga mengikuti isyarat yang disampaikan oleh beliau untuk segera beristirahat karena sedikit lagi keberlanjutan aktivitas akan dimulai. Seperti sedia kala, bunyi-bunyi itu kemudian mulai menamparku, padahal terik mentari masih tinggi. Terdengar segelas kopi yang mulai diaduknya karena ibu sedang pergi ke rumah sepupunya. Seketika, saya dibangunkan oleh jeritan ayah yang tiba-tiba berteriak. Sejenak terlihat, sesosok tubuh yang mulai renta sedang muntah-muntah. Terlihat jelas kerutan-kerutan di pipinya dengan wajah yang sedang memelas, seolah penuh harap bahwa apa yang dirasakannya agar segera berakhir. Saat itu beliau terpaksa berbaring dengan jeritan yang begitu pedih terdengar. Tak terasa, air mata ini menetes saat melihat sosok ayah yang sedang terbaring dengan telanjang dada dan hanya menggunakan celana pendek. Wajah beliau sungguh merah namun tak lagi bercahaya seperti tadi pagi. Seluruh badannya seolah ingin memberontak untuk menekan suhu di dadanya yang begitu panas dirasakannya. Suhu itu seolah-olah telah membakar beberapa bagian didalam dadanya. Saya hanya bisa duduk disamping menemani bersama beberapa tokoh masyarakat yang ingin mengobati. Di rumah telah begitu banyak orang. Ibu pun juga telah ada disamping sambil memegang tangan ayah yang seolah ingin meninggalkan kami sekeluarga. Seorang imam telah membisikkan beberapa kalimat sakti ditelinganya. Kalimat itu adalah dua kalimat syahadat yang sesuai keyakinan keluarga kami. Sayangnya, ayah masih kuat untuk menahan gejolak cobaan dari-Nya. Beliau adalah lelaki yang kuat mentalnya, tak pernah menyerah hingga tetes darah terakhir. Begitulah kiranya…
Kerutan wajah penuh pelas dan jeritan yang keluar dari mulut yang mulai berbusa, juga beberapa tetes air mata yang keluar darinya seolah memberi tanda bahwa apa yang dirasakannya adalah sebuah derita. Banyaknya uban di kepalanya juga memberi tanda begitu banyak penderitaan hidup yang telah dirasakannya, namun tak seperti kini.
Ayah, wajahmu saat itu selalu terkenang. Jeritmu seolah menamparku saat terlena oleh waktu. Saya hanya anak yang tak tahu harus membalas apa padamu. Segala perjuanganmu yang tak ingin kusebut dengan pengorbanan. Do’akanlah agar anakmu ini juga bisa sepertimu yang kelak mengajarkan kesederhanaan pada cucu-cucumu nanti. Semoga_
10.7.09
23.6.09
Epistemology of Seismic Data Processing
Reformat Data:
Secara umum adalah demultiplexing, yaitu mengubah data sequential series menjadi time series. Mengapa?
Geometry Assignment:
Umumnya berisi parameter-parameter data akusisi.
Trace Editing:
Bagaimana cara mengenali noise (groundroll, ambient, refraction, etc)?
Static Correction:
1. Apa yg dimaksud dengan lapisan lapuk dan bagaimana menentukan ketebalannya?
2. Bagaimana menempatkan S-R pada level datum yg sama?
Amplitude Correction:
Bagaimanakah prinsip Gain/TAR akibat pengaruh dari spherical divergence, absorpsi, inelastic attenuation dan surface condition?
Deconvolution:
Secara umum adalah analisa wavelet.
1. Apa yg dimaksud dengan konvolusi?
2. Mengapa harus dilakukan dekonvolusi?
3. Apa yg dimaksud dengan prewhitening, autokorelasi dan kroskorelasi?
4. Bagaimana cara tepat menentukan bandwidth dari proses filtering?
Velocity Analysis:
1. Bagaimana menentukan kedalaman reflektor berdasarkan kecepatan?
2. Bagaimana cara velocity picking yg tepat untuk membedakan terhadap noise?
NMO Correction:
1. Bagaimana cara menentukan kecepatan yg tepat?
2. Mengapa kadang terjadi efek stretching (penurunan frekuensi gel.)?
Stacking:
Pada prinsipnya adalah superposisi gelombang. Nah, mengapa prinsip superposisi dapat membuat S/N ratio meningkat?
DMO Correction:
Migration:
General: Dalam gelombang seismik terdapat beberapa domain (frekuensi, bilangan gelombang, fase, sudut refleksi dan panjang gelombang). Nah, bagaimanakah peran dari beberapa domain tersebut dalam pemrosesan data?
Secara umum adalah demultiplexing, yaitu mengubah data sequential series menjadi time series. Mengapa?
Geometry Assignment:
Umumnya berisi parameter-parameter data akusisi.
- Bagaimana menentukan group interval pada spread type (cross, broadside-T, slalom spread)?
- Bagaimana cara meningkatkan fold coverage?
- Bagaimana menentukan ratio frekuensi aliasing dari frekuensi nyquist?
Trace Editing:
Bagaimana cara mengenali noise (groundroll, ambient, refraction, etc)?
Static Correction:
1. Apa yg dimaksud dengan lapisan lapuk dan bagaimana menentukan ketebalannya?
2. Bagaimana menempatkan S-R pada level datum yg sama?
Amplitude Correction:
Bagaimanakah prinsip Gain/TAR akibat pengaruh dari spherical divergence, absorpsi, inelastic attenuation dan surface condition?
Deconvolution:
Secara umum adalah analisa wavelet.
1. Apa yg dimaksud dengan konvolusi?
2. Mengapa harus dilakukan dekonvolusi?
3. Apa yg dimaksud dengan prewhitening, autokorelasi dan kroskorelasi?
4. Bagaimana cara tepat menentukan bandwidth dari proses filtering?
Velocity Analysis:
1. Bagaimana menentukan kedalaman reflektor berdasarkan kecepatan?
2. Bagaimana cara velocity picking yg tepat untuk membedakan terhadap noise?
NMO Correction:
1. Bagaimana cara menentukan kecepatan yg tepat?
2. Mengapa kadang terjadi efek stretching (penurunan frekuensi gel.)?
Stacking:
Pada prinsipnya adalah superposisi gelombang. Nah, mengapa prinsip superposisi dapat membuat S/N ratio meningkat?
DMO Correction:
- Bagaimana menghilangkan efek dispersi dan difraksi gelombang akibat reflection point smearing?
- Mengapa stacking velocity-nya menjadi tidak bergantung lagi pada kemiringan reflektor?
Migration:
- Kirchoff: mengapa mampu menangani reflektor yg miring & terbatas saat kecepatan reflektor tiba-tiba berubah secara lateral?
- FD: mengapa mampu menangani perubahan kecepatan (lateral+vertikal) & terbatas pada reflektor yg miring?
- FK: mengapa sangat baik untuk reflektor yg sebagian besar miring & banyak terjadi distorsi?
General: Dalam gelombang seismik terdapat beberapa domain (frekuensi, bilangan gelombang, fase, sudut refleksi dan panjang gelombang). Nah, bagaimanakah peran dari beberapa domain tersebut dalam pemrosesan data?
Seminggu di ibukota
Tepat seminggu hari ini, dan saya pun mulai berfikir. Bagaimana mungkin saya terperangkap kembali dalam bayangan pucat yang dulu pernah saya keluar darinya. Padahal, seminggu ini saya telah mandi dalam linangan madu yang begitu menjanjikan. Yang wanginya telah tercium sejak tiga tahun lalu. Saya terlena oleh waktu, padahal ini hanya harapan.
Saya mencoba memalingkan diri dari mual yang mulai terasa. Telah berulang kali pesan-pesan itu kubaca kembali. Sekadar untuk mengingatkan, begitulah kiranya. Tak cukup dengan itu, suara-suara surga dari ibu, ayah dan kedua adik kecilku kadang menampar jiwa yang lelap tertidur. Saya kalah, duhai insan yang disana…
Telah begitu banyak kata yang terucap: semoga…entahlah, saya hanya terus meratapi padahal disini waktu terus berputar sambil meratapi kisahku: seorang anak muda yang tak kunjung beranjak dari tempat tidurnya. Sekonyong-konyong saya teringat kalimat dari Imam Hasan al-Basri bahwa “jauhilah sifat menunda-nunda. Nilai dirimu tergantung pada hari ini, bukan besok. Kalau besok engkau beruntung, maka keuntunganmu akan bertambah bila hari ini engkau telah beramal. Dan kalau toh besok engkau rugi, engkau takkan menyesal, karena hari ini engkau telah beramal”.
Musim pekan ini akan lewat. Bulan juni yang mengambang. Belum ada sesuatu yang bisa kuberi, saya hanya perlu jarak 1 cm sejak dini untuk memulainya. Bukan lagi waktu karena saya telah menjadi phobia mendengar kata “waktu”…musim ini akan diarak oleh gumpalan awan sore bersama hembusan angin yang tak pernah enggan menyapa cerita sehari, saat bersama kenangan seminggu yang ingin ku kubur dalam-dalam. Sekiranya ada tujuh kata yang tertulis di madu itu: substantif (prinsip), kreatif (ide), positif (bahasa), proaktif (sikap), inovatif (cara), progresif (proses) dan produktif (hasil). Yes, don`t be sad: think fresh…
Seolah ingin kutelan air wudlu ini agar kehidupan begitu nyata dalam sanubari!
Lebih cepat lebih baik ;)
Saya mencoba memalingkan diri dari mual yang mulai terasa. Telah berulang kali pesan-pesan itu kubaca kembali. Sekadar untuk mengingatkan, begitulah kiranya. Tak cukup dengan itu, suara-suara surga dari ibu, ayah dan kedua adik kecilku kadang menampar jiwa yang lelap tertidur. Saya kalah, duhai insan yang disana…
Telah begitu banyak kata yang terucap: semoga…entahlah, saya hanya terus meratapi padahal disini waktu terus berputar sambil meratapi kisahku: seorang anak muda yang tak kunjung beranjak dari tempat tidurnya. Sekonyong-konyong saya teringat kalimat dari Imam Hasan al-Basri bahwa “jauhilah sifat menunda-nunda. Nilai dirimu tergantung pada hari ini, bukan besok. Kalau besok engkau beruntung, maka keuntunganmu akan bertambah bila hari ini engkau telah beramal. Dan kalau toh besok engkau rugi, engkau takkan menyesal, karena hari ini engkau telah beramal”.
Musim pekan ini akan lewat. Bulan juni yang mengambang. Belum ada sesuatu yang bisa kuberi, saya hanya perlu jarak 1 cm sejak dini untuk memulainya. Bukan lagi waktu karena saya telah menjadi phobia mendengar kata “waktu”…musim ini akan diarak oleh gumpalan awan sore bersama hembusan angin yang tak pernah enggan menyapa cerita sehari, saat bersama kenangan seminggu yang ingin ku kubur dalam-dalam. Sekiranya ada tujuh kata yang tertulis di madu itu: substantif (prinsip), kreatif (ide), positif (bahasa), proaktif (sikap), inovatif (cara), progresif (proses) dan produktif (hasil). Yes, don`t be sad: think fresh…
Seolah ingin kutelan air wudlu ini agar kehidupan begitu nyata dalam sanubari!
Lebih cepat lebih baik ;)
28.5.09
1 cm sejak dini
tak terasa 2 bulan tlah lewat...selama itu pula segala kegundahan akhirnya tertuntaskan semuanya di kampung halaman...tak banyak kata yang dapat melukiskan kedamaian yang terasa...sayangnya ayah masih agak sakit juga kondisi nenek yang gak bisa mi ditinggalkan...belum kondisi emak yang strez berat dengan kondisi ekonomi keluarga coz ayah gak seperti dlu lgi...untungnya saya dah sarjana katanya, jadi harus cepet dapet kerja biar bisa bantu2 keluarga walau hanya kebutuhan dapur...untungnya juga adik perempuanku tlah kerja dan tlah bisa bantu2 emak...Mimin namanya :) malu jg coz adik duluan kerja...apalagi di BRI...hehe..entahlah...
cepet dpet kerja, biar bisa bantu emak sekolahin adik bungsuku (eti,namanya)...juga kuliahin mimin yang pengen lanjut sekolahnya...kayaknya berat jg mikul beban keluarga saat ayah udah gak seperti dulu lagi, yang harus perlu istrahat...ngga tahu mpe kapan...moga cepet sembuh y pa!
cepet dpet kerja, biar bisa bantu emak sekolahin adik bungsuku (eti,namanya)...juga kuliahin mimin yang pengen lanjut sekolahnya...kayaknya berat jg mikul beban keluarga saat ayah udah gak seperti dulu lagi, yang harus perlu istrahat...ngga tahu mpe kapan...moga cepet sembuh y pa!
blum lgi,...Ehmmm...
buat calon pendampingku nanti...saya yakin apa yang kita telah lewati bersama slama 2 bulan adalah ekspresi betapa memang kita ingin menyegerakan semuanya...Amiin...
Hanya kepada Tuhan, tempatku bersujud memohon Ridho-Nya...
:semoga
buat calon pendampingku nanti...saya yakin apa yang kita telah lewati bersama slama 2 bulan adalah ekspresi betapa memang kita ingin menyegerakan semuanya...Amiin...
Hanya kepada Tuhan, tempatku bersujud memohon Ridho-Nya...
:semoga
Subscribe to:
Posts (Atom)