Showing posts with label Intelectualitaz. Show all posts
Showing posts with label Intelectualitaz. Show all posts

29.8.08

Tingkat kecerdasan

Pemahaman diri masing-masing pribadi biasanya diarahkan pada kecerdasan yang menonjol/dominan pada dirinya. Misal: (1) orang logis matematik, memandang dirinya secara analitis. (2) orang linguistik, memandang diri/mendefinisikan diri dengan kata-kata (3) orang kinestetik, merasakan realita pada tulang belulang melalui gerak tubuh. Sebuah kekeliruan apabila kita menilai orang lain melalui kebiasaan atau kecerdasan bawaan yang sama dengan diri kita. Hal ini menyalahi/tidak sesuai dengan “teori kecerdasan majemuk yang validasi tertingginya adalah perbedaan individu.”

Pernah suatu ketika, saya mengenali suatu karakter individu yang cenderung kinestetik dan sedikit linguistik. Ada hal yang saya coba pelajari dari dirinya saat dimana saya harus memposisikan diri untuk lebih mengerti dan memahami perilakunya. Memang terkesan dipaksakan,...tapi setidaknya saat itu saya berpikir bahwa apa yang saya lakukan adalah untuk memperkaya diri dengan mencoba untuk menjadi sebuah `batu` yang lambat tapi pasti akan meng-kristal. Mungkin saat itu dirinya tak menyadari telah menjadi sebuah `batu` yang lambat tapi pasti akan berlumut dan menjadi rapuh dan hancur lebur. Setidaknya juga saya telah belajar memahami perbedaan karakter individu. Saat itu saya menggunakan kecerdasan matematik yang sedikit analitis.

Setidaknya selama 5 tahun berproses dikampus, ada beberapa karakter orang yang saya kenali diantaranya : kebiasaan ngopi (katanya nafas persahabatan), ngumpul bareng (lebih kerennya disebut HangOut), tinggal dikampus (sedikit kerennya disebut aktivis kampus), hunting pacar/odo-odo (ialah raja nyewet/peng-odo setia), terbiasa dengan kata-kata kotor (sebut saja Pacalla`), sering diskusi (uniknya disebut aktualisasi diri/onani intelektual), kajian di mushollah (disebut aktivis Islam), naik gunung/nge-camp dipantai (kadang pelepas jenuh) dan beberapa komunitas lain yang cenderung dipengaruhi oleh lingkungannya (yang kadang juga melakukan sebuah pembenaran komunitas).

Setidaknya ada beberapa hal baik dan buruk yang saya temui selama bergaul dengan mereka. Tidak hanya berada pada dominasi linguistik, kinestetik ataupun visualistik. Saat ini saya hanya lebih cenderung menggunakan kecerdasan analitik/matematik. Hal yang harus diingat bahwa : jangan terlalu cepat memberikan penilaian terhadap `apa-apa` yang didengar, dilihat dan dirasakan. Sungguh naif jika itu terjadi...

28.7.08

Ilmuwan, Rekayasawan, Tekhnisi dan Tukang

Ilmu pengetahuan dan teknologi sendiri dapat kita bayangkan memiliki semacam spektrum. Diujung yang satu kita temukan ilmu. Mereka yang berkecimpung didalamnya, para ilmuwan bekerja untuk menemukan cakrawala baru pengetahuan yang menyangkut sifat segala yang tampak. Dengan istilah yang sejalan dengan agama, mencoba memahami ciptaan Tuhan. Menyusul langsung dibelakangnya adalah para rekayasawan. Mereka inilah yang 'menerjemahkan' semua temuan para ilmuwan kedalam azas dan cara baru yang berguna bagi manusia. Untuk tugas seperti itu diperlukan daya cipta yang tinggi. Setelah itu menyusul para tekhnisi. Kelompok inilah yang terlatih sehingga memiliki keterampilan dalam menerapkan dan melaksanakan yang direka oleh para rekayasawan. Akhirnya adalah para tukang. Mereka terampil dalam melakukan jenis kerja yang sifatnya berulang-ulang.

6.7.08

bhgia = f (proses) = hasil

'bahagia adalah kesetiaan dalam sebuah proses kehidupan,...oleh karenanya bahagia tersimpan dalam proses bukan pada hasil'
ketika qt telah menetapkan suatu pilihan dalam hidup qt, maka seyogyanya qt harus konsisten dan komitmen untuk menjalani pilihan hidup dengan penuh rasa tanggung jawab. yah,...seharus dan seideal-nya sih seperti itu...
tetapi kadang juga ada yg tidak pernah meminta maaf dengan apa yg telah dijalaninya, seolah2 ia melakukan pembenaran dengan apa yg dilakukannya yg kemudian disebut sbg pilihan hidup itu.
namun, ada baiknya jg jika qt sering bertafakkur sejenak sekadar untuk mengakrabi diri...
yah, mungkin seperti itulah hal yg sedang kujalani...
jika saat ini aku tak menginginkan kesarjanaan...seolah2 hanya ingin menikmati ilmu dalam sebuah kesetiaan proses akan pilihan yg ku-ambil, maka
sudah saatnya juga jika aku harus sarjana... (tabe' karaeng... 6 taon mo ko)

24.6.08

Akhirx 'es-es-i jg :'(

zwani.com myspace graphic comments
Graphics for Graduation Comments



Congratulation untukmu semua temen-temen ku...
Aku sudah tak sanggup menuliskan sajak2 untuk-mu semua
Biarlah semua berlalu menjadi rahasia kita
Takkan ada yg terlewatkan

Senyum-q membalut luka hehehe
tidak ji partner...
irri ka' liat ko smua di koridor
tunggu aku ya cika'

see you ;)

20.6.08

I wish,...

Alangkah damainya, jika saat ini aku berteriak :
"bukankah hidup adalah perhentian, tak slalu kencang terus berlari...
kuhelakan nafas panjang bersiap berlalri kembali..."

Entah kenapa 2 bulan terakhir ini, lirik lagu tsb seolah-olah ingin selalu kuteriakkan sendiri di telingaku. Maksud hati, ingin menyadarkan jiwa...namun entah, tak ada yg terdengar, terasa dan terlihat !!!

Setiap hari kucoba lepaskan penat pd 'dia' yg nun jauh disana... namun akhirnya aku pun penat dibuatnya. Maksud hati ingin mendengar caci makian dari seorang Ibu...namun akhirnya hanya makna bias kesabaran yg menusuk ditelingaku. Maksud jiwa ingin memperoleh pencerahan dari sang Guru...namun akhirnya aku pun diludahi dengan kata2 'santai mo ko cappo'...
Akhirnya,...kubiarkan diriku ter-nina bobo' kan dalam kata `i wish...

meski terdengar aneh, tapi bagiku :

"aku bukanlah seorang yg mengerti ttg kelihaian membaca hati,...
ku hanya pemimpi kecil yg berangan tuk merubah nasib-ku !"
Jujur saja, tulisan ini ditulis berdasar keinginan tuk cepet menyelesaikan skripsi-q biar stempel S.Si itu ada di jidatku...kan kubawa ke depan orang tua-ku...lalu kedepan calon mertuaku ...

Sedikit lucu memang...sebagian orang mencibirku
menertawaiku dalam bungkusan kehinaan
pada akhirnya, aku pun berteriak lagi :

"Setiap perkataan yg menjatuhkan, tak lg ku cerna dlm jiwa...
juga tutur kata yg mencela, tak lg ku dengar !"

yah, aku hanya ingin secepatnya menyudahi alur hidup yg kutempuh di kota Jakarta ini yg penuh dengan kemunafikan. bagiku,...apa yg ku lewati seolah2 tidak sesuai dengan apa yg kulihat saat setiap ku hadapkan wajahku ke wajah-Nya...

Aku pun tercerahkan oleh realitas hidup yg ku inderai,...

Saat ini dan Insya Allah sampai nanti, aku hanya ingin mengatakan :

"aku ingin menjalani hidup kemudian menghabiskan masa waktuku di dunia ini
bersama orang2 yg mencintai dan menyayangiku apa adanya.
Sungguh tanpa ada maksud politik (baca: kepentingan) didalamnya !!!"

Sungguh itulah kehidupan `i wish...yg ingin kubagi untuk org yg membutuhkan di zaman ini.

semoga saja ada yg ingin masuk ke dunia-ku melalui comment yg bisa dipertanggungjawabkannya,...Adakah yg salah ???

16.5.08

v o l u n t e e r

adalah suatu predikat yang mencoba menjembatani sifat individual menjadi sosial. Dalam konteks kata 'jembatan' menyimpan makna-makna yang ideal. Biasanya ketiga kata tersebut (individual, sosial dan ideal) ditambahkan dengan isme. Mungkin biar bisa sedikit memperjelas 'jurang' antara orang yang bersekolah dan yang tidak sekolah. Substansinya adalah keikhlasan dan keterbukaan dalam bingkai kesatuan (baca: persaudaraan). Ketika subject menyandang predikat ini, tidaklah heran jika terkadang keluar dari koridor substansialnya. sungguh naif memang,...karena sangat susah untuk dijalani.

agar lebih melihat sisi realita dari substansi 'volunteer', berikut ada sedikit pengalaman saya yang mungkin hanya berceloteh tentang hal-hal yang pernah dirasakan sebelumnya hingga kini. Tanggal 14-16 mei 2007 (setahun yang lalu) saya pernah sedikit menimba 'ilmu' dari predikat volunteer. Indonesian Petroleum Association committe memberikan saya kesempatan untuk menjadi student volunteer pada kegiatan 31 Annual-nya di Jakarta Convention Centre. Hanya sedikit mengenang kebahagiaan pertama saat mengetahui kabar diterimanya di hari senin 02 april 2007. Emang tak terlukiskan kebahagiaan yang dirasakan. yah,...mungkin karena hanya saya yang beruntung sebagai siswa di Indonesia Timur untuk bersua dengan elemen-elemen yang terkait di dunia migas...sungguh bahagia memang...

kebahagiaan kedua adalah saat menerima T-shirt, tas saat hari pertama. Yang menjadi SV committenya adalah mas fitrix (dulu di cnnoc en sekarang di bp) dan mba maria (conoco). keduanya sangat smart...kemudian kebahagiaan ketiga adalah saat menerima pesangon...ngitung2 ini adalah hak jadi definisi ikhlas perlu direvisi pada predikat volunteer hehe...saya pernah berlagak ikhlas saat pak bob wikan (sv2006 committe) dan mas fitrix (sv2007 committe) memberikan envelope. saat itu saya pun berlagak ikhlas, namun ternyata keduanya mengatakan 'ya sudah kalo ngga mau ...' dan akhirnya saya mau juga ...hehehe ;)

kebahagiaan ter-special adalah saat berkenalan dengan sesama-sesama volunteer...dari Unsri, Unila, UI, Trisakti, ITB, UGM, ITS, UPN, Undip, Unpad, Unibraw, ...hal serupa juga pernah terjadi saat menjadi SV pada SEG event di tempat yang sama pada bulan 08 tahun 2006. Sungguh senang bisa berkenalan dengan mereka-mereka semua walaupun perkenalannya masih dalam tahap kenal nama dan almamater...satu yang pasti bahwa ada 'pesan' yang bisa dipetik dari yang namanya perkenalan, yaitu 'jangan menilai orang dari luarnya saja'...penting untuk memahami seorang teman atau sahabat untuk lebih memperkaya sifat pribadi pada diri. Sehingga nantinya derajat 'insani' bisa dicapai...susah memang,...tapi bisa jika kita mau belajar menerima perbedaan.

kebahagiaan tersembunyi adalah saat dimarahi oleh ibu Rini kusumastuti hehehe...itu saat menjadi sv2006. orangnya galak amat...tapi, sangat baik...baik dan baik...mungkin sedikit perfectionizt. Tapi,...sangat ramah saat beliau melihat saya kembali di sv2007. ternyata beliau masih kenal dan kemudian menyapa "eh,..kamu belum sarjana ?"...bellum bu, nanti jika paperku pernah termuat di IPA event baru mau sarjana (gumamku dalam hati, yuu capee deh...)

kesedihan yang sangat adalah ketika melihat banyaknya company di JCC. sumber daya ibu pertiwi di keruk oleh tamu-tamu yang serakah (tangis jiwa ini)...aku tak ingin mengabdi pada mereka (mungkin ???). Tapi,...

pemandangan yg tidak biasa ketika melihat banyak pengemis di setiap sudut JCC. mungkin saat itu hanya ilusi,... tapi seolah mata hati melihat mereka disana menangis, merintih,... sedangkan disatu sisi saya pun hunting dengan sesuatu yang menyenangkan dan membuat lupa.

ah ! idealisme kehidupan pun tercabik saat memasuki dunia kapitalis. hanya ini pesan yang ingin kusampaikan di zaman ini... zaman saat rakyat menangis kelaparan, saat nelayan tak mampu lagi memancing,...saat investasi lokal tidak berdaya atau saat menyaksikan ibu pertiwi ditusuk dari belakang melalui UU pengelolaan migas yang tidak menguntungkan negara.
sungguh ironiz,...be carefully

saya pun menjadi tidak ikhlas...tidak terbuka...tidak bersaudara...
pun tidak pada diri sendiri untuk bersahabat

"volunteer ??? ; jalan keikhlasan ataukah keriyaan ?"

semoga substansi predikat volunteer bisa dimaknai...Amiien

:dari ramlis untuk mengenang saat-saat indah menjadi volunteer

22.4.08

Intro Of My Thesis

I.1. Latar Belakang
Sumber daya alam merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia baik dalam perspektif ekonomi maupun politik. Pemanfaatan sumber daya energi dan mineral khususnya minyak dan gas bumi memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan minyak dan gas bumi, maka perlu dilakukan suatu metode untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi secara efektif dan efisien.
Peningkatan produksi minyak dan gas bumi dalam hal kegiatan eksplorasi dan eksploitasi tidak jarang diperlukan metode-metode baru untuk pengembangan ilmu dan teknologi. Peran ilmu geofisika dalam mempelajari sifat-sifat fisis dibawah permukaan tanah sangat diperlukan. Salah satu perameter fisis yang mempunyai peranan penting adalah kecepatan gelombang seismik.
Pemanfaatan gelombang seismik sebagai alat untuk mengetahui lapisan-lapisan yang terletak jauh dibawah permukaan tanah memerlukan metode pelaksanaan melalui pemberian usikan mekanis terhadap lapisan-lapisan dibawah permukaan tanah. Sehingga informasi yang diperoleh gelombang seismik dapat diinterpretasikan untuk mengetahui lokasi reservoar minyak dan gas bumi. Selanjutnya dilakukan pengeboran untuk menembus lapisan-lapisan batuan sampai pada kedalaman ribuan meter dibawah permukaan tanah. Penggalian lubang sumur serta pengukuran didalam sumur dan evaluasi data hasil rekaman perlu dilakukan untuk memastikan ada tidaknya kandungan hidrokarbon dibawah tanah dan estimasi besarnya cadangan hidrokarbon di lapangan migas.
Sebelum selubung baja dipasang, sumur ditempatkan pada suatu kondisi yang memungkinkan suatu rangkaian operasi dilakukan yang disebut logging. Tujuannya adalah untuk memperoleh data sumur yang akan diinterpretasikan kemudian. Logging dapat memberikan data yang diperlukan untuk mengevaluasi secara kuantitas banyaknya hidrokarbon di lapisan pada situasi dan kondisi sesungguhnya. Kurva log memberikan informasi yang cukup tentang sifat-sifat fisis batuan dan fluida. Salah satu data sumuran yang mempunyai peranan penting untuk menghubungkan data sumur dengan data seismik adalah log sonik yang mengukur waktu penjalaran gelombang saat menembus lapisan-lapisan batuan dibawah permukaan tanah.
Pemanfaatan log sonik dalam mempelajari sifat reservoar dapat digunakan untuk mengetahui porositas batuan. Kemudian identifikasi litologi juga dapat dilakukan melalui crossplot antara log sonik dengan log densitas. Selain itu juga log sonik dapat digunakan untuk mengetahui indikasi fluida didalam lapisan batuan melalui meningkatnya waktu rambat gelombang akustik saat melewati fluida. Sehingga dapat dikatakan bahwa peranan log sonik sangat signifikan untuk interpretasi log sumuran maupun interpretasi seismik khususnya penentuan kecepatan gelombang akustik. Pemanfaatan kecepatan gelombang akustik diantaranya adalah untuk pembuatan seismogram sintetik, penampang impedansi akustik, analisa seismik inversi maupun untuk interpretasi lainnya.
Peningkatan produksi migas secara efektif dan efisien mendorong dilakukannya evaluasi ulang terhadap cadangan-cadangan kecil khususnya pada sumur-sumur tua. Untuk kegiatan evaluasi sumur-sumur tua terkadang ditemukan tidak tersedianya data hasil pengukuran log sonik. Hampir pada semua sumur-sumur tua tidak dilakukan pengukuran log sonik karena metode tersebut baru ditemukan pada tahun 1954. Beberapa permasalahan yang juga biasanya ditemukan adalah kejelekan log sonik akibat gejala cycle skipping maupun kerancuan log sonik yang tidak sensitif terhadap indikasi fluida.
Permasalahan tidak tersedianya log sonik maupun buruknya kualitas data yang diperoleh dari log sumuran mendorong dilakukannya penelitian untuk mencari suatu cara atau metode dalam menyikapi permasalahan. Umumnya metode neural network merupakan salah satu cara yang sering digunakan untuk menentukan log sonik sintetik yang kemudian disebut sebagai log pseudo sonik. Metode neural network memanfaatkan log gamma ray, densitas, neutron dan log resistivitas. Metode kedua yang sering digunakan dalam dunia industri migas adalah pemanfaatan log densitas untuk menentukan log pseudo sonik melalui persamaan Gardner (1974). Dalam penelitian ini, penentuan log pseudo sonik dilakukan melalui suatu cara atau metode lain dengan memanfaatkan log resistivitas yang kemudian ditransformasikan menuju waktu perambatan gelombang.
Keberadaan log resistivitas umumnya tersedia pada setiap sumur pengeboran. Hal ini disebabkan karena log resistivitas merupakan metode logging pertama yang ditemukan pada tahun 1934 dan merupakan log standar dari suatu pengukuran well logging. Dengan demikian log resistivitas dapat menjadi solusi alternatif untuk ditransformasikan menuju log pseudo sonik. Beberapa peneliti sebelumnya yang telah menunjukkan adanya hubungan antara kecepatan gelombang dan resistivitas batuan diantaranya adalah Faust (1951), Brito dos Santos (1988), Baidillah (1995), Dahyar (2001), Hacikoylu (2006), Ikwuakor (2007) dan Carcione (2007). Kesimpulan yang diperoleh dari hubungan antara kecepatan gelombang dan resistivitas batuan terletak pada kesamaan fungsinya untuk mengukur porositas batuan.
Beberapa peneliti sebelumnya seperti Archie [1942] (op. cit Brito Dos Santos, dkk., 1988), De Witte [1957] (op. cit. Bussian, 1983) dan Bussian (1983) telah menunjukkan hubungan antara porositas dengan resistivitas batuan. Kemudian Faust (1951), Gassmann (1951), Wyllie (1956), Raymer (1980), juga telah menunjukkan hubungan antara porositas dengan kecepatan gelombang seismik. Sehingga fungsi transformasi log resistivitas menjadi log pseudo sonik terletak pada variabel porositas.
Pendekatan yang sama akan dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan hasil-hasil eksperimen yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data-data nyata yang diperoleh dari beberapa sumur pengeboran sehingga kelayakan suatu metode dapat dipertanggungjawabkan.

I.2. Maksud dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari kelayakan log pseudo sonik yang diperoleh dari log resistivitas sehingga diharapkan dapat diterapkan pada suatu sumur pengeboran yang tidak mempunyai log sonik. Selain itu log pseudo sonik dapat digunakan untuk mengganti data jika terjadi kejelekan log sonik akibat adanya cycle skipping dan kerancuan log sonik yang tidak dapat menunjukkan tanda terdapatnya hidrokarbon. Dengan demikian log pseudo sonik dapat dimanfaatkan untuk pembuatan seismogram sintetik maupun keperluan interpretasi lainnya.
Untuk mencapai maksud tersebut, maka diperlukan beberapa tujuan yang harus diperoleh dari penelitian ini, yaitu :
Menentukan fungsi transformasi yang sesuai dengan data yang akan diproses untuk pembuatan log pseudo sonik dari log resistivitas. Hasil log pseudo sonik yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan log sonik sebenarnya melalui studi analisa komparatif.
Menganalisis secara kualitatif hasil log pseudo sonik yang diperoleh dari log resistivitas untuk menggantikan log sonik yang menunjukkan kejelekan data akibat adanya cycle skipping dan kerancuan data karena tidak dapat menunjukkan terdapatnya hidrokarbon.

I.3. Ruang Lingkup
Penelitian ini dibatasi pada penentuan log pseudo sonik di suatu sumur pengeboran dengan menggunakan log resistivitas. Sehingga diperlukan kajian teori pada hubungan antara kecepatan gelombang dengan resistivitas batuan. Fungsi transformasi log resistivitas menjadi log pseudo sonik dalam penelitian ini menggunakan model porositas Archie (1942) dan Bussian (1983) untuk disubstitusi pada persamaan Wyllie (1956). Kedua model numerik yang diperoleh digunakan untuk mengetahui jenis rumusan yang sesuai dengan data sumur pengeboran. Selanjutnya dilakukan analisa terhadap log pseudo sonik yang diperoleh dengan memperhatikan kesesuaiannya dengan data sumuran yang lain dalam menunjukkan perbedaan litologi dan kandungan fluida pada sumur pengeboran.
check...check...check...sound !!! ;D

13.4.08

Science Today ; Technology Tomorrow

“There will never be a day when everything has been solved perfectly and nothing more for research to do”

Pendahuluan

Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berinteraksi dalam kehidupan saat ini. Disatu pihak, manusia memerlukan teknologi untuk dapat mengetahui hakekat alam dan isinya. Dilain pihak, keinginan manusia untuk menyelidiki atau meneliti alam dan isinya belum maksimal untuk ditunjukkan eksistensinya.

Fitrah manusia sebagai mahluk sosial terus menyelimuti kehidupan setiap hari. Interaksi ini melahirkan budaya yang bias disebut sebagai kebutuhan lahir dan batin. Adanya komunitas-komunitas mahasiswa MIPA merupakan perwujudan dari kemiripan karakter individu setiap manusia. Sayangnya komunikasi yang terjadi belum sepenuhnya terlahir dari kehendak, pikiran dan perasaan yang sama untuk mengembangkan ilmu dan teknologi. Bahwa banyak alumni MIPA yang cenderung bingung untuk menentukan pekerjaan, adalah suatu fakta. Demikian juga dengan mahasiswa akhir yang belum bisa “berani” untuk menentukan sendiri topik penelitian skripsinya. Walaupun ada, tetapi sedikit sekali.

Apakah memang fakultas MIPA tak berpotensi untuk memproduksi mahasiswanya untuk bisa kreatif dan inovatif (yang pastinya tidak primitive). Atau karena “sikon” yang seolah-olah memenjarakan pikiran atau dalam bahasa gaul-nya disebut “system”. Ataukah juga karena sudut perspektif tentang ilmu dan teknologi yang masih kabur?

Tulisan ini berusaha agar mahasiswa MIPA dapat menentukan arah masa depannya untuk terus ‘berjalan’ sesuai rel profesinya. Untuk itu akan diberikan pemahaman tentang ilmu dan teknologi baik yang ditinjau secara ontology, aksiologi maupun epistemology. Pengertian dan pemahaman pada ilmu dan teknologi diharapkan dapat memberikan masukan tentang bagaimana sebaiknya mengolah laboratorium dan organisasi kemahasiswaan untuk lebih berbobot dan terarah menuju kejayaan fakultas Kuning di kampus Merah ini.

“bukan maksud menggurui kepada segala elemen yang tekait, akan tetapi kiranya tulisan ini bisa menjadi wacana untuk menggerakkan pemikiran agar panca indera yang diberikan Sang Pencipta bisa tanggap dengan realitas sekitar dengan mazhab kejujuran dan keterbukaan apa adanya…”

Peace…Love…Unity…and…Respect…

coming soon…

6.3.08

Faust Sonic


Tahun 1953, Faust mencoba mendefinisikan bahwa kecepatan gelombang dibawah permukaan bumi dapat diketahui melalui beberapa faktor yang dapat dijadikan sebagai parameter formulanya. Beliau menegaskan bahwa
V=a (Z.F)^1/6
Namun, dalam perkembangannya beberapa peneliti mencoba menggabungkan beberapa persamaan dari Archie (1942)
F=Rw/R0
kedalam persamaan Wyllie (1956) ttg analisa 'transit time' secara average. Sangat sederhana seperti yg terlihat dari persamaan awal. Nah, ini sih hanya untuk 'uninvaded zone'
Jazakumullah ;p

11.2.08

Sekolah dalam Scholae

Sekolah hanyalah untuk meneguhkan gaya hidup
Sekolah hanya perlu untuk gengsi
agar mudah bergaul dan tentu banyak relasi

Bahkan banyak orang sekolah
Hanya untuk demi sesuatu
yang bersifat materi, uang dan kedudukan
bukan kearifan,...

Tujuan dibenak mereka adalah
bagaimana mendapatkan bongkahan batu
untuk dibangun rumah yang megah
bagaimana cara bergaul
untuk menduduki kursi hangat & basah
bagaimana juga caranya
agar nanti bisa menyetir mobil mewah

Kepada mereka yang seperti itu
katakan supaya mereka datang ke ahli bedah otak
dan minta supaya otaknya
diganti saja dengan batu, besi ataupun kayu !!!

Betulkah kuliah adalah proses sekolah ?
entahlah,...

Dasar Evaluasi Formasi




Sumber : Joan Caroline ; Basic steps for quick evaluation, pg 1-20


Tahap dasar evaluasi formasi terbagi :

  1. Penentuan lithologi dan zona permeable (including fluid) melalui data Gamma Ray dan Spontaneous Potencial.

  2. Penentuan zona HC melalui data Resistivitas dimana res HC > res WTR. Bahwa high resistivity HC cenderung anti-correlation dengan data Density.

  3. Penentuan zona Oil, gas and water melalui data Porositas (Neutron dan Density). Dimana gas cenderung menempati batuan yang memiliki high porosity dibandingkan oil.

  4. Penentuan nilai porosity, water resistivity & water saturation. Ketiga informasi ini akan sangat membantu untuk tahap interpretasi selanjutnya.

    Perhatikan :
    Tahap 1-3 adalah tahapan analisa kualitatif yang merupakan cara penentuan lithology dan kandungannya melalui penggambaran data yang berpatokan pada kedalaman.
    Tahap 4 adalah tahapan analisa kuantitatif yang merupakan cara analisa sifat-sifat reservoir yang dinyatakan secara kuantitas.

5.2.08

Titik Awal Peradaban

Berbahagialah Orang yang bisa menulis,...
Mereka itu selalu mendapat Do'a dari para pembacanya
Sejak saat itu pahala akan terus mengalir
Selagi tulisan itu masih dibaca,...
Seindah amal yang dibawa oleh penggores tinta

Tiada kata bagi mereka
Hanya Do'a...Ya Tuhan
Kalau tulisan ini adalah amal, Maka
Walau setitik...anugerahkanlah itu bagi mereka
Hanya ini yang Aku bisa

Karya Manusia harus menjadi karya Tuhan
Aku harus memulai pada diriku sendiri
Dan...
Tidak boleh berakhir pada diriku sendiri !

Semoga Tulisan ini menjadi "penjara" bagiku

Ingat : Hidup adalah Perjuangan mencari Aku