25.3.08

Siraman Jiwa dari Prof Munadi

Hari ini hari selasa, saat ketika 22 hari yg lalu aku terakhir kali berceloteh diblog-ku ini. Dan inilah kali pertama lagi untuk aku kemudian menyisihkan sebagian rezeki-Q untuk menulis beberapa huruf yang kemudian menjadi beberapa kata kemudian menjadi kumpulan kalimat...semoga bisa menjadi kalimat sakti bagimu !!!

Ada hal yang sangat tak terpikir olehku ketika semalam...tak tahu kenapa pikiran rada melayang terhadap keadaan kampus. sedikit rumit sih...kemudian kucoba langkahkan kaki keluar kozt menuju kios kecil untuk membeli cappucino sebungkus + rokok filter 3btg he2x... nda' mampu mi untuk sebungkus ;(

Tlah beberapa orang kutelfon tuk sekadar bercerita ttg keadaan kampuz merah nun jauh disana.
Baik itu ttg keadaan sobat karibku, dosen tersayangku, ade-ade imutku, atau bahkan sesuatu yg sangat mengerikan ketika pembicaraan menjurus pada 'calon S.Si' Ha2x...seolah ingin kuberlari...

Tersadar dari lamunan pagi ini,...
Kulangkahkan kaki menuju t4 dimana disana kuikhlaskan kesarjanaanku
Ku On- kan Computer yg selama ini tlah kujauhi oleh kejenuhan yg menyelimuti
Sesaat sore tleh beranjak...
Kulangkahkan kaki tuk segera pulang ke pangkuan kozt
Tapi,
Sesaat kuterjebak dalam sapaan :
'hey, Ramli lagi nyari saya ya ?'
ehmm...walau bagaimanapun harus ya he3x.... ;p

seolah tak ada pembicaraan lain selain hal2 yg bernada 'log interpretation'. Ah...akhiri saja pak !
gumamku dalam hati ;(
tak canggung tuk bertanya perihal pendapatnya ttg layakkah Geofisika masuk ke Tehnik ?
he2x... pertanyaan yg sedang berkaitan dgn kondisi campuz merah yg katanya nanti taon 2010 atau bahkan bisa cepet jadi 2008 ini. Ehmm...
sedikit kulihat tampakan krutan dahinya, seolah bahwa pertannyaanku ini tampak sulit.
dengan sangat bersahaja beliau menjawab :
Science bergelut dengan pertanyaan Apa, Mengapa dan Untuk apa.
Sedangkan Teknik bermain pada pertanyaan Bagaimana.

beliau mengambil beberapa contoh diantaranya :
The first, daerah cipulir ini (t4 kantor lemigas bermarkas) merupakan daerah delta. Science bergelut pada pertanyaan Apa, Mengapa ada Delta. Sedangkan teknik bermain pada bagaimana itu Delta. Sehingga mereka ahli teknik akan mengukur ketebalan ataupun kedalaman delta. Jika kondisinya seperti itu, maka Science pun akan menganalisis darimana datangnya delta, seberapa jauh penyebarannya sedangkan teknik akan menjadi pe-suruh-nya.
Second case, separasi fisika nuklir dengan teknik nuklir. Lihat bahwa teknik nuklir cenderung bersifat studi kasus dimana technician akan mencoba memisahkan beberapa inti atom untuk menghasilkan radiasi yg besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan yg berguna. namun, scientist yg ada pada seorang fisika nuklir akan senantiasa bergelut dgn mengapa jenis atom 'itu' yg harus digunakan?apakah ngga ada atom lain lagi yg bisa?Apakah selain proton dan neutron sudah ngga dapat dibagi lagi? itulah science. Temuannya akan dilaksanakan oleh Technician.
Untuk kasus lain dapat sendiri kamu bedakan pada ilmu fisika dengan teknik elektro. Sedangkan untuk kasus Geofisika; apakah ia cenderung ke Teknik ataukah Science. hanya merupakan jawaban relatif. Terserah orang mau membawa kearah mana Geofisika di Bumi Indonesia ini. Dengan dikeluarkannya aturan Dikti pada seluruh Universitas Se-Indonesia yg mempunyai Geofisika di Mipa harap untuk segera memindahlannya ke teknik. Ah,...seolah tidak ingin menyalahkan pikiran globalku untuk negatif thinking thdp ketua Forum Rektor Indonesia (Prof Joko Santoso) yg otomatis diketuai oleh orang yg punya background Geophysics Eng di ITB. namun, menurutku dari wacana global ini pasti beliau punya andil untuk menarik Geofisika murni menuju Geofisika teknik. hal ini ditunjukkan dgn keberadaan Geofisika di kampus ITB itu.

Terserah kita mau memilih; setahuku Science bergelut pada wilayah Epistemologi (selayaknya..)
sedangkan Teknik hanya ....[instan thingking kale ya... ;( ]
tapi, satu yg pasti juga bahwa terkadang Scientist hx cenderung uenak dgn dunianya sendiri...

Namun, sungguh ada baiknya kita tefleksikan bersama pada kondisi Jurusan Kita (physics Dep Uh). yah, kalo' melihat secara jujur sih,... mau dituduh Science Dep,...kaya'x ngga juga coz buktinya ada beberapa dosen atau mahasiswa di campuz yag punya paper untuk bisa berceloteh dikancah nasional ataupun internasional. masih kurang dari 5 % kali
Truz,... nda mau tong dituduh teknik dep, padahal kebayakan Skripsi-skripsi di campuz hanya bercerita aplikasi metode. Ah, ini sih science ngga berkembang di tamalanrea ini.

Pertanyaan science-ku muncul, Mengapa Aku juga seperti 'itu' ???
Waullahu a'lam bis Shawab

Terima kasih Guru-ku
Engkau telah mencerahkan-ku untuk berani memilih
bahwasanya aku tetap memilih untuk menyusuri jalan para Scientist
Tunggulah aku Guru...

No comments: